Pilkada putaran 2 mengerucut pada dua paslon (pasangan calon) no. 2 dan 3, yaitu Ahok-Jarot dan Anies-Sandiaga. Kedua calon tinggal menunggu pengumuman resmi KPU DKI Jakarta.

Limpahan suara Agus-Sylvi dengan perkiraan 17% yang sekaligus tersisih di putaran pertama, akan jadi ajang perebutan dua paslon. Sikap kesatria Agus-Sylvi pada Rabu, 15 Februari 2016, yang mengakui kekalahannya telah menunjukkan kepada kita bahwa kalah-menang merupakan konsekuensi apa pun.

Suhu politik yang seharusnya biasa-biasa saja, juga seharusnya terjadi ketika putaran 2 akan mempertemukan dua paslon. Kalah-menang harus diterima oleh paslon di Pilkada di mana pun.

Kita tinggal menunggu di putaran 2 siapa yang kemudian menang di Pilkada DKI Jakarta.