Apa pun kehidupan, ia memiliki relevansi dengan puisi, apalagi bila memiliki nilai-nilai puitis.

maman-sm01Puisi bukan sekadar rangkaian kata, puisi juga adalah sekelumit persoalan yang di dalamnya mengungkapkan ekspresi hati. Melalui puisi, keindonesiaan, proses kreatif, dll. tecermin, termasuk di dalamnya adalah keseluruhan ekspresi.

Sementara itu, pengamat sastra dan kandidat doktor yang juga dosen FKPI Unpak Aam Nurjaman menilai bahwa puisi adalah kesenyapan masa lalu. Di mata Aam, kumpulan kritik Maman Jalan Puisi iniĀ  mengingatkan kita akan pentingnya puisi di segala aspek kehidupan, juga puisi yang menjadi cikal-bakal lagu wajib dan teks proklamasi.

MamanĀ  mengatakan hal itu dalam pemaparannya di peluncuran buku “Jalan Puisi” pada Sabtu, 29 Oktober 2016 di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unpak.

Sebagai sesuatu yang keluar dari hati, puisi sebenarnya berkenaan dengan seluruh aktivitas manusia, permainan urang lembur, teks proklamasi, bahkan tulisan di truk “Kutunggu Jandamu”.

Menyebut tafsir tidak harus salah dan benar, Kritikus Sastra Ini menilai bahwa penafsiran sifatnya subjektif “Asalkan ada alasan sebab akibat yang menandainya,” demikian Maman mengakhiri penuturannya di hadapan mahasiswa.

Peluncuran buku puisi yang dibuka oleh Wakil Dekan, Dr. Entis Sutisna dan Kaprodi, Suhendra, M.Pd., ini ditutup dengan pergelaran musikalisasi puisi karya Maman oleh beberapa kelompok mahasiswa di Prodi ini.